Waspadai Ciri Ciri Diabetes Sejak Dini

 

Related image

Saat ini kesehatan sangat penting, banyak orang yang sakit disebabkan dengan berbagai macam penyakit yang dideritanya. Sehat ini tentu sesuatu yang sangat mahal karena biaya untuk pengobatan pada sekarang ini sangatlah tinggi sehingga peribahasa yang biasa kita ketahui lebih baik mencegah dari pada mengobati karena faktor biaya itu yang sekarang untuk bisa sehat harus banyak perjuangan. Apalagi jika terjadi pada anak – anak yang kita miliki, tentu hal tersebut tidak ada yang mau terjadi sehingga bagi orang tua memberikan makanan dan minuman yang bergizi menjadi faktor anak bisa terhindar dari berbagai macam penyakit.

Kekhawatiran setiap dokter pada saat ini adalah ketika penyakit dewasa sudah menyebar ke anak – anak balita ataupun yang maju ke dewasa dan salah satu penyakitnya adalah diabetes. Penyakit diabetes ini merupakan kadar gula pada tubuh meningkat di atas normal sehingga jika dibiarkan tentu sangat berbahaya bagi kesehatan anak ke depan. Harus cepat penanganannya jika anak sudah memiliki penyakit diabetes. Kurangnya pengetahuan orang tua terhadap ciri ciri diabetes menjadi salah satu permasalahan sehingga bisa terlambat untuk diperiksa.

Bagi orang tua harus mengetahui dan mewaspadai jika pada anak terdapat ciri ciri diabetes seperti di bawah ini :

  1. Makan banyak tapi berat badan tak bertambah.
  2. Sering kehausan.
  3. Sering buang air kecil. Pada malam hari tiba-tiba sering mengompol, meski sebelumnya tidak pernah lagi sejak beranjak besar.
  4. Cepat lelah.
  5. Napas anak berbau aseton atau asam.
  6. Mudah terkena infeksi jamur pada kulit.
  7. Penglihatan kabur.
  8. Muntah dan sakit perut.

8 hal di atas harus sering di perhatikan karena mungkin saja bisa terjadi pada yang lain sehingga bisa di cegah dengan cepat sebelum  ke hal yang tidak diinginkan. Selain hal di atas tentu sebagai orang tua harus bisa mencegah penyakit diabetes pada anak ini dengan beberapa hal diantaranya :

  1. Insulin dengan jumlah yang teratur dan terukur.
  2. Pengaturan pola makan, jenis, dan jumlahnya.
  3. Pemantauan rutin.
  4. Edukasi bagi anak, orang tua, keluarga, dan masyarakat di lingkungan anak.