Tag Archives: penyakit diabetes melitus

Faktor Resiko Penyebab Penyakit Diabetes Melitus

Diabetes Mellitus

Ada beberapa faktor resiko penyakit diabetes melitus yang harus mendapatkan perhatian serius untuk Anda bisa terhindar dari penyakit yang bisa dibilang sangat mematikan ini. Keberadan beberapa faktor resiko diabetes di bawah ini pada diri Anda, akan menjadikan Anda memiliki peluang yang sangat besar untuk Anda terserang penyakit yang dikenal penyakit kencing manis ini. Segera lakukan perbaikan pada pola hidup Anda apabila ada salah satu faktor resiko penyebab penyakit diabetes melitus di bawah ini.

  1. Riwayat Keluarga
    Faktor keturunan atau genetik punya kontribusi yang tidak bisa diremeh untuk seseorang terserang penyakit diabetes. Menghilangkan faktor genetik sangatlah sulit. Yang bisa dilakukan untuk seseorang bisa terhindar dari penyakit diabetes melitus karena sebab genetik adalah dengan memperbaiki pola hidup dan pola makan. Dengan memperbaiki pola makan dan pola hidup insya Allah Anda akan terhindar dari penyakit yang mengerikan ini.
  2. Obesitas Atau Kegemukan
    Kegemukan bisa menyebabkan tubuh seseorang mengalami resistensi terhadap hormon insulin. Sel-sel tubuh bersaing ketat dengan jaringan lemak untuk menyerap insulin. Akibatnya organ pankreas akan dipacu untuk memproduksi insulin sebanyak-banyaknya sehingga menjadikan organ ini menjadi kelelahan dan akhirnya rusak. Segera hindari makan makanan yang tinggi kalori !
  3. Usia Yang Semakin Bertambah
    Usia dia atas 40 tahun banyak organ-organ vital melemah dan tubuh mulai mengalami kepekaan terhadap insulin. Bahkan pada wanita yang sudah mengalami monopause punya kecenderungan untuk lebih tidak peka terhadap hormon insulin.
  4. Kurangnya Aktivitas Fisik
    Kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor cukup besar untuk seseorang mengalami kegemukan dan melemahkan kerja organ-organ vital seperti jantung, liver, ginjal dan juga pankreas. Lakukan olahraga secara teratur minimal 30 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu.
  5. Merokok
    Asam rokok ternyata menimbulkan efek negatis terhadap kesehatan dan sifatnya sangat komplek. Termasuk terhadap resiko seseorang mudah terserang penyakit diabetes melitus. Jadilah orang yang berakal dan cerdas dengan tidak menimbun racun dalam tubuh kita walaupun rokok dianggab bisa memberikan kenikmatan. Kasihanilah tubuh Anda. Efek jangka panjang rokok sungguh sangat mengerikan. Maka sangat sesuai sekali kalau agama sangat membenci rokok karena memang lebih banyak kerusakannya ketimbang manfaatnya.
  6. Mengkonsumsi Makanan Berkolesterol Tinggi
    Manakan berkolesterol tinggi juga diyakini memberi kontribusi yang cukup tinggi untuk seseorang mudah terserang penyakit diabetes melitus. Batasi konsumsi kolestorol Anda tidak lebih dari 300mg per hari.
  7. Stres Dalam Jangka Waktu Lama
    Kondisi setres berat bisa mengganggu keseimbangan berbagai hormon dalam tubuh termasuk produksi hormon insulin. Disamping itu setres bisa memacu sel-sel tubuh bersifat liar yang berpotensi untuk seseorang terkena penyakit kanker juga memicu untuk sel-sel tubuh menjadi tidak peka atau resiten terhadap hormon insulin. Belajarlah untuk berpola hidup santai walau dalam keadaan serius. Banyak-banyaklah untuk selalu bertawakkal kepada Allah dalam setiap menghadapi masalah hidup. Bergantunglah hanya kepada Allah dalam setiap lika-liku kehidupan agar pikiran tenang dan beban terasa ringan.
  8. Hipertensi Atau Darah Tinggi
    Jagalah tekanan darah Anda tetap di bawah 140/90 mmHg. Jangan terlalu banyak konsumsi makanan yang asin-asin. Garam yang berlebih memicu untuk seseorang teridap penyakit darah tinggi yang pada akhirnya berperan dalam meningkatkan resiko untuk Anda terserang penyakit diabetes melitus.
  9. Kehamilan
    Pada saat hamil, plasenta memproduksi hormon yang mengganggu keseimbangan hormon insulin dan pada kasus tertentu memicu untuk sel tubuh menjadi resisten terhadap hormon insuline. Kondisi ini biasanya kembali normal selah masa kehamilan atau pasca melahirkan. Namun demikian menjadi sangat beriso terhadap bayi yang dilahirkan untuk kedepan punya potensi diabetes melitus.
  10. Ras
    Ada beberapa ras manusia di dunia ini yang punya potensi tinggi untuk terserang diabetes melitus. Peningkatan penderita diabetes di wilawah Asia jauh lebih tinggi dibanding di benua lainnya. Bahkan diperkirakan lebih 60% penderita berasal dari Asia.
  11. Terlalu Sering Konsumsi Obat-Obatan Kimia
    Konsumsi obatan kimia dalam jangka waktu yang lama diyakini akan memberika efek negatif yang tidak ringan. Obat kimia ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi mengobati di sisi yang lain mengganggu kesehatan. Bahkan tidak sedikit kasus penyakit berat seperti jantung dan liver serta diabetes diakibatkan oleh terlalu seringnya mengkomsumsi obat kimia. Salah satu obat kimia yang sangat berpotentsi sebagai penyebab diabetes adalah THIAZIDE DIURETIK dan BETA BLOKER. Kedua jenis obat tersebut sangat meningkatkan resiko terkena diabetes melitus karena bisa merusak pankreas.

Makanan Untuk Penderita Diabetes Melitus

Makanan untuk penderita diabetes harus selalu dijaga agar tidak mengandung banyak gula atau karbohidrat. Jika semakin banyak karbohidrat yang dikonsumsi, maka kadar gula dalam darah akan meningkat sehingga dapat membahayakan penderita diabetes. Makanan dengan kadar karbohidrat tinggi seperti nasi, harus dikonsumsi sesuai takaran. Makanan pada penderita Diabetes Mellitus sebaiknya tidak mengandung alkohol. Sebab alkohol akan membuat kerja organ hati menjadi berat. Hormon insulin diproduksi oleh hati dan pankreas, maka sebisa mungkin penderita mengkonsumsi makanan yang tidak membebani kerja kedua organ tubuh tersebut.

Perbanyak minum air putih dan sedikit susu rendah lemak atau juga yogurt. Minuman yang mengandung banyak zat kimia juga harus dijadikan pantangan oleh penderita diabetes melitus. Sebagian besar penderita diabetes melitus menganggap mengonsumsi makanan seperti bubur atau lontong aman bagi kadar gula darah mereka. Ternyata, jenis makanan yang wujud fisiknya sudah berubah menjadi seperti bubur dan lontong, dimana bentuk nasinya sudah hancur, justru akan mempercepat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat dalam tubuh. Sehingga kadar gula darah mereka justru akan lebih cepat naik jika mengkonsumsi makanan tersebut.

Pilihlah makanan dengan bentuk fisik yang cenderung masih utuh, seperti nasi merah, cereal dan nasi jagung. Sebab pencernaan akan lambat menyerap karbohidrat yang dikandung oleh jenis makanan tersebut. Selain itu kandungan seratnya baik bagi pencernaan dan proses metabolisme dalam tubuh. Makanan bagi penderita Diabetes Mellitus memang harus rendah karbohidrat, namun bukan berarti tidak mengonsumsi vitamin, mineral serta protein. Konsumsi sayuran serta buah segar seperti apel, pisang, mangga, jeruk dan anggur sangat berguna bagi penderita diabetes. Daging dan ikan sebagai sumber protein juga harus ttap dikonsumsi, namun jumlahnya harus proporsional dan sesuai anjuran dokter.

Makanan yang terdiri dari karbohidrat kompleks tinggi serat dianjurkan bagi penderita diabetes. Karbohidrat kompleks, atau dikenal dengan zat tepung diserap oleh tubuh secara perlahan, dan karenanya menyebabkan kadar gula darah cukup stabil. Memahami dan mengetahui jenis-jenis makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh bagi penderita diabetes mellitus merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghindari pola makan yang salah.

Diet yang sehat bagi penderita diabetes juga sangat penting, karena merupakan kunci utama keberhasilan pengendalian penyakit tersebut. Tanpa pengaturan diet yang baik, diabetes cenderung menjadi tidak terkontrol, makin parah, dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Salah satu faktor yang berperan terhadap diet sehat penderita diabetes adalah pemilihan makanan. Tidak semua makanan cocok bagi penderita diabetes. Karena itu, sangat penting untuk menentukan jenis makanan apa saja yang boleh dikonsumsi. Penderita diabetes sebaiknya memperhatikan hal berikut dalam memilih makanan untuk penderita diabetes melitus.

  • Banyak makan makanan yang mengandung karbohidrat sehat. Sumber karbohidrat sehat adalah buah-buahan, sayuran, tepung, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak. Tetapi, meskipun diperbolehkan, pola konsumsi karbohidrat tetap harus diperhatikan. Sebaiknya jumlah karbohidrat yang dikonsumsi sama jumlahnya untuk setiap kali makan. Demikian juga dengan jumlah total karbohidrat harian, hendaknya sama dari hari ke hari. Tujuannya, agar gula darah tetap stabil, tidak naik-turun.
  • Banyak makan makanan kaya serat. Serat adalah zat yang terdapat dalam makanan yang tidak diserap oleh tubuh. Walaupun demikian, fungsi serat sangat penting. Salah satunya adalah membantu menurunkan kadar gula darah dan kadar kolesterol. Contoh makanan kaya serat yaitu kacang polong, buncis, apel, jeruk, wortel, daun ubi, kangkung, bayam, dll. Tubuh setidaknya memerlukan 25 – 50 gram serat setiap harinya.
  • Membatasi makanan mengandung lemak jenuh. Salah satu komplikasi serius diabetes adalah gangguan pada pembuluh darah jantung dan otak. Gangguan ini dapat mengakibatkan penyakit jantung koroner dan stroke. Agar gangguan ini tidak bertambah parah, maka sebaiknya penderita diabetes menghindari mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak jenuh. Contohnya adalah mentega dan margarin.
  • Hindari makanan mengandung kolesterol tinggi. Sama seperti lemak jenuh, makanan berkolesterol tinggi juga dapat meningkatkan kemungkinan munculnya penyakit jantung koroner dan stroke pada penderita diabetes. Oleh karena itu, adalah tindakan bijaksana untuk menghindari makanan berkolesterol tinggi seperti jeroan atau kuning telur.
  • Perbanyak makan ikan. Ikan banyak mengandung asam lemak Omega-3 yang sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung. Ikan juga dapat menjadi sumber protein pengganti daging atau telur. Tetapi perlu diingat, hindari menyajikannya dalam bentuk ikan goreng.