Diabetes Mellitus Atau Kencing Manis

Diabetes

Diabetes Mellitus atau kencing manis merupakan penyakit kronis yang muncul secara perlahan, terjadi karena adanya gangguan pada sistem metabolisme karbohidrat, yaitu pankreas tidak dapat memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat mempergunakan untuk mengubah gula darah menjadi energi. Pola makan yang berlebih menjadikan fungsi pankreas melemah, akibatnya tubuh kelebihan glukosa (hiperglikemia). Tubuh penderita diabetes menjadi tidak mampu memproduksi atau menggunakan secara efektif hormon insulin yang berfungsi mengatur gula darah. Akibat kekurangan atau tidak adanya insulin, glukosa menumpuk dalam sirkulasi darah. Itu sebabnya penderita diabetes sering merasa haus yang berlebihan dan sering buang air kecil.

Hal tersebut menyebabkan kadar gula darah meningkat melebihi batas normal, (sekitar 80 mg% saat puasa, dan 120 mg% 2 jam setelah makan). Yang lebih buruk lagi, penderita bisa mengalami rasa tidak nyaman pada perut, pandangan kabur, sulit bernapas atau merasa lelah, dan pusing. Hiperglikemia bisa diatasi dengan mengonsumsi minuman bebas gula, atau cairan tanpa kafein. Mengonsumsi karbohidrat yang tinggi juga berpeluang meningkatkan kadar gula dalam tubuh. Tanpa insulin yang cukup, kadar gula darah akan meningkat, merusak jaringan saraf tepi dan otonom di seluruh tubuh, serta memicu hipertensi, stroke, serangan jantung, kebutaan, dan kerusakan ginjal. Usia diatas 40 tahun, lebih beresiko menderita penyakit diabetes. Diyakini bahwa kelebihan lemak dalam tubuh dapat mengganggu kerja normal fungsi insulin, yaitu hormon yang dilepaskan oleh pankreas. Hormon tersebut merupakan zat utama yang bertanggung jawab dalam mempertahankan kadar gula darah pada kondisi yang tepat.

Insulin menyebabkan gula berpindah ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi, atau disimpan sebagai cadangan energi. Pada saat melakukan aktivitas fisik, kadar gula darah bisa menurun, karena otot menggunakan glukosa untuk energi. Selain menyalurkan glukosa ke dalam tubuh, insulin juga membantu pembentukan jaringan otot dan lemak dengan menyimpan glukosa dalam bentuk glukogen sebagai cadangan energi dalam tubuh. Apabila produksi insulin cukup dan bekerja dengan efektif, kadar glukosa dalam darah dipertahankan pada kisaran 60-115 mg/dL. Karena adanya gangguan produksi dan atau efektivitas insulin oleh pankreas, maka terjadilah peningkatan kadar glukosa dalam darah. Peningkatan ini dapat mengganggu berbagai sistem di dalam tubuh. Kelebihan gula di dalam darah akan menjadi racun bagi tubuh. Sebagian glukosa yang tertahan dalam darah tersebut melimpah ke sistem urin.

Penyakit diabetes mellitus sering disebut dengan penyakit gula atau kencing manis. Sebab air seni penderita diabetes memang manis sehingga dikerumuni semut. Hal ini terjadi karena kandungan gula dalam darah melebihi ambang batas, dibuang bersama air seni melalui ginjal. Diabetes merupakan salah satu penyakit degeneratif yang dapat menyebabkan komplikasi pada gangguan ginjal, fungsi penglihatan dan penyakit lain. Itulah sebabnya penderita diabetes melitus menjadi tidak bebas lagi dalam mengonsumsi makanan. Penderita diabetes perlu membatasi jumlah karbohidrat, karena asupan karbohidrat ini dapat meningkatkan kadar gula darah dibandingkan dengan makanan lain. Banyak makanan yang harus dihindari, misalnya gula pasir, gula merah, sirup, selai, permen, susu kental manis, kue, dodol, fast food, goreng-gorengan, ikan asin, telur asin, dan makanan yang diawetkan atau dikalengkan.