Monthly Archives: January 2018

Pola Hidup Sehat untuk Kesehatan Hari Tua Nanti

Pola Hidup Sehat

Menjaga kesehatan tubuh harus dilakukan sejak usia muda yang mana nantinya akan memberikan manfaat yang luar biasa di hari tua Anda nantinya. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk tetap memiliki tubuh yang sehat di hari tua nanti adalah dengan menerapkan pola hidup sehat yang dilakukan dari muda yang akan sangat terasa manfaatnya ketika Anda tua nanti. Meskipun tidak mudah untuk menerapkan dan melakukan pola hidup sehat yang akan banyak mendapatkan ujian dan juga tantangannya dari luar dan orang lain, karena itu hidup sehat adalah sebuah komitmen yang harus menjadi pegangan kuat oleh Anda yang ingin memiliki hidup yang sehat.

Menerapkan pola hidup sehat memang berat dan membutuhkan komitmen yang tinggi, dimana Anda bukan hanya harus menjaga setiap makanan yang akan Anda makan setiap harinya yang harus makanan yang sehat dan dibuat dengan cara yang sehat juga. Akan tetapi juga menerapkan pola hidup sehat juga harus menjaga dan selalu teratur di dalam melakukan olahraga secara rutin yang nantinya akan membuat tubuh Anda menjadi sehat dan selalu fit meskipun nanti usia Anda semakin bertambah tua.

Sekarang ini juga banyak orang-orang yang menerapkan pola hidup sehat kepada diri mereka dengan cara mengkonsumsi sayuran setiap harinya yang mana sayuran yang akan mereka makan juga merupakan sayuran yang terbaik dan tentu saja di masak dengan menggunakan minyak yang rendah kalori yang pastinya akan sangat bermanfaat untuk kesehatan Anda di masa depan.

Seperti banyak orang yang bilang bahwa menjaga kesehatan lebih baik dari pada mengobati, dan hal tersebut memang sangat tepat untuk semua anak muda jaman sekarang ini. Anda tentunya ingin tetap bisa berjalan dengan baik dan juga memiliki tubuh yang sehat di hari tua nanti, dan menjaga kesehatan tubuh dari sekarang adalah satu cara yang bisa Anda lakukan dengan menerapkan pola hidup sehat yang akan sangat berguna untuk kesehatan Anda di masa yang akan datang.

 

Penyebab Mata Minus

menjaga kesehatan mata

Mata minus atau mata yang terkena gangguan dan rabun saat melihat hal yang jauh memang sudah sangat sering kita temukan. Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang memakai kacamata setiap harinya Bagi sebagian orang yang menderita mata minus pasti sudah mengetahui mengapa mereka menderita hal tersebut. Namun, ada beberapa orang yang tidak tahu apa yang bisa menyebabkan mata mereka menderita minus. Maka untuk itu, Anda perlu menghindari penyebab-penyebab mata minus tersebut dan menengah secepatnya. Berikut adalah penyebab-penyebab mata dapat menderita minus.

1.Kebiasaan yang Buruk

Kebanyakan dari orang bermata minus melakukan kebiasaan yang buruk yang dapat merusak mata. Misalnya, mereka terbiasa untuk menonton televisi atau menonton dengan ponsel dalam posisi tiduran, ada pula yang membaca buku dalam gelap dan saat membaca, jarak mata dan buku kurang dari 30 cm, dan lain sebagainya. Jika Anda terbiasa melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut, tidak heran jika mata Anda menderita minus. Jadi jika tidak mau menderita minus, ada baiknya jika Anda mengubah kebiasaan itu.

2.Pola Makan yang Tidak Baik

Masyarakat sudah sibuk sendiri dengan urusannya sehingga mereka tidak memperhatikan makanan apa yang mereka makan. Mereka tidak memperhatikan gizi dan vitamin yang terkandung dalam makanan tersebut dan hanya ingin mengonsumsi makanan yang sedap seperti fast food, dan makanan lainnya yang tidak baik untuk tubuh serta mata Anda. Jika tidak mau menderita minus, Anda harus memperhatikan makanan yang dimakan dan kalau bisa konsumsi makanan dengan kandungan vitamin A dan C yang tinggi.

3.Keturunan

Jika ada keluarga terdahulu Anda yang memiliki mata minus atau bahkan orang tua Anda menderita minus, maka ada kemungkinan yang cukup besar jika Anda juga akan menderitanya. Meskipun tidak selalu semua keturunan bermata minus pasti menderita hal yang sama juga, tapi ada baiknya jika Anda mewaspadainya. Lebih baik Anda mencegah terkena mata minus dengan mengonsumsi berbagai makanan yang sehat terutama mengandung vitamin A yang baik untuk mata.

 

Gejala Anemia Pada Anak Menganggu Pertumbuhannya

Gejala Anemia

Gejala anemia merupakan sebuah kondisi dimana tubuh kekurangan darah merah, sehingga menyebabkannya menjadi sangat lemas, hingga terkadang menganggu aktivitas. Ternyata kondisi kesehatan yang satu ini tak hanya dialami oleh orang dewasa saja, melainkan juga sering kali menjangkiti anak-anak. Dampaknya tentu sangat berbahaya, karena selain bisa menganggu aktivitas atau kegiatan belajar mereka, maka ternyata anemia ini juga dapat menganggu pertumbuhan buah hati.

Kondisi seperti halnya tinggi badan yang tidak bisa optimal salah satunya adalah dipicu dari masalah yang satu ini, untuk itu penting bagi bunda mengetahui apa saja gejalanya agar bisa melakukan langkah pencegahan, diantara gejala kekurangan sel darah merah yaitu:

  1. Kulit berwarna pucat, pucat yang dimaksudkan tidak pucat putih seperti warna kulit ras Mongol, melainkan memang benar-benar pucat tidak segar, yaitu agak keabu-abuan, hal ini bisa diindikasikan merupakan gejala anemia.
  2. Tubuh yang lemas, bahkan untuk beberapa anak tak bisa terlalu lama berada di bawah sinar matahari karena bisa memicu pingsan.
  3. Buah hati menjadi lebih rewel, kondisi anemia ini nyatanya juga dialami oleh bayi, dengan gejala adalah mudah sekali rewel.
  4. Mudah terserang penyakit dan juga infeksi, faktanya adalah anak-anak yang memiliki sel darah merah kurang dari jumlah normal ternyata sangat rentan terkena infeksi dengan penyakit-penyakit yang lainnya.
  5. Area di bawah mata menjadi menguning, gejala lainnya yang patut untuk diwaspadai adalah perubahan warna di area sekitar mata yang menjadi kuning.

Jika sudah terdeteksi tanda-tanda tersebut maka bisa langsung membawanya ke dokter dan melihat apakah benar buah hati terjangkit anemia, lakukan langkah lanjutan untuk mengatasinya, diantaranya adalah mengkonsumsi suplemen penambah darah dan yang alami adalah mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan sel-sel darah merah, seperti:

  • Sayuran berwarna hijau.
  • Daging merah.
  • Buah-buahan yang tinggi zat besi.

Pastikan juga si kecil mendapatkan jam tidur yang cukup selain konsumsi makanan seimbang, karena kekurangan waktu istirahat ternyata juga dapat memicu penyakit tersebut.

 

Difteri Sudah Masuk Sebagai Kejadian Luar Biasa, Pastikan Menerapkan 3 Hal Ini untuk Mencegahnya

difteri

Penyakit Difteri

Belakangan ini cukup mewabah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium, yaitu jenis bakteri yang menjadi pemicu penyakit difteri, bahkan beberapa waktu lalu penyakit ini dikatakan sebagai salah satu kejadian luar biasa karena sudah merenggut belasan nyawa anak-anak. Lalu sebenarnya apa penyakit difteri ini? Mungkin masih terdengar baru, yaitu sebuah penyakit yang diawali dengan gejala seperti radang tenggorokan, demam hingga terbentuknya lapisan pada selaput amendel. Penyakit ini bisa dikatakan memiliki gejala yang hampir sama dengan penyakit tenggorokan yang lainnya.

Namun jangan disepelekan, karena ternyata dampaknya amat sangat berbahaya, meskipun gejala awalnya terlihat seperti penyakit ringan, namun sudah banyak nyawa melayang karena penyakit ini. Hal ini disebabkan karena difteri tak hanya menyerang bagian tenggorokan saja, melainkan juga organ-organ vital dalam tubuh, diantaranya adalah jantung dan juga sistem syaraf, hal inilah yang menyebabkan anak-anak yang memang paling rentan terjangkit kondisi kesehatannya secara langsung akan memburuk hingga memasuki fase kritis, untuk itu patut diwaspadai.

Untuk mencegah terjangkit penyakit berbahaya tersebut, maka berikut ini ada beberapa langkah yang bisa digunakan, diantaranya adalah:

  1. Melakukan vaksinasi atau imunisasi kepada buah hati, fungsi imunisasi sangatlah banyak, diantaranya adalah untuk membuat anak-anak menjadi kebal terhadap beberapa penyakit berbahaya, faktanya anak-anak yang terjangkit difteri hingga meninggal dunia ternyata adalah mereka yang sebelumnya tak pernah mendapatkan imunisasi.
  2. Pastikan untuk menjaga lingkungan dan juga tempat tinggal agar selalu bersih, kebanyakan diantara penyakit ini memang menjangkiti lingkungan atau tempat tinggal yang kumuh, karena bakteri penyebab difteri umumnya memang berkembang biak dalam kondisi lingkungan kotor, sehingga pastikan untuk selalu memperhatikan kebersihan lingkungan.
  3. Pastikan bahwa buah hati langsung mendapatkan perawatan dari medis ketika sudah terlihat tanda-tandanya, apapun jenis penyakitnya ketika tak segera mendapatkan pertolongan medis maka akan memberikan dampak berbahaya kepada si kecil. Karena kondisi kesehatannya yang masih sangat rentan dibandingkan dengan orang dewasa.

Itulah setidaknya beberapa langkah yang bisa dilakukan agar buah hati Anda terhindar dari penyakit difteri.