Monthly Archives: March 2014

5 Tips Ampuh Mencegah Diabetes Yang Efektif

Diabetes atau diabetes melitus merupakan salah satu penyakit berbahaya di bidang kesehatan yang dapat menyerang semua manusia dari berbagai usia. Diabetes di sebabkan hormon insulin tidak berfungsi dengan normal dan juga sel-sel pada tubuh tidak dapat merespon insulin itu sendiri. Hormon insulin berfungsi membantu menstabilkan kadar gula dalam darah anda. Pola hidup tidak sehat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan seseorang terkena penyakit diabetes.

Diabetes terdiri dari tiga jenis yaitu diabetes tipe satu, diabetes tipe dua serta diabetes gestational. Diabetes tipe dua merupakan penyakit diabetes yang paling banyak ditemukan menyerang kehidupan manusia di seluruh dunia termasuk di bumi pertiwi ini. Ada tiga tanda saat kandungan gula darah dalam tubuh tinggi seperti sering kencing, mudah haus, dan terlalu cepat lapar. Ada berbagai tips ampuh yang dapat kita lakukan untuk mencegah penyakit diabetes yang membahayakan tersebut. Berikut ini 5 tips ampuh mencegah diabetes yang efektif :

  1. Rutin berolahraga. Semua orang termasuk anda tentu tidak akan menolak pernyataan “Olahraga baik untuk kesehatan tubuh”.  Manfaat olahraga terkait dengan diabetes yaitu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh serta merangsang hormon insulin untuk berperan sesuai dengan fungsinya.
  2. Penuhi kebutuhan akan serat. Buah-buahan merupakan sumber serat yang di perlukan oleh tubuh anda. Manfaat serat terkait dengan diabetes yaitu membantu kerja insulin dalam menstabilkan gula darah dalam tubuh dan berperan dalam menurunkan berat badan anda. Karena berat badan berlebih lebih beresiko besar terserang penyakit diabetes ini.
  3. Jaga berat badan anda. Dalam hal ini, milikilah berat badan yang proporsional atau dengan kata lain tidak terlalu gemuk serta tidak terlalu kurus. Ini dikarenakan, berat badan yang berlebih akan meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit diabetes melitus tersebut.
  4. Perhatikan makanan anda. Dalam hal ini, mulailah mengkonsumsi aneka makanan yang terbukti menyehatkan tubuh dengan porsi yang wajar atau tidak berlebihan. Beberapa makanan yang sehat yaitu aneka buah-buahan serta aneka sayuran yang bewarna hijau.
  5. Rutin check dan berkonsultasi dengan dokter spesialis. Dalam hal ini, Bertanya dengan dokter spesialis tentang berbagai penyebab penyakit diabetes dan tips efektif untuk menghindari penyakit diabetes tersebut.

Tips Mudah Menjaga Jantung Agar Selalu Sehat

Jantung merupakan organ yang sangat vital yang dimiliki oleh manusia. Ketika jantung sudah berhenti berdetak, bisa dipastikan nyawa kita sudah terpisah dari raga kita. Bagi sebagian besar manusia tentu menginginkan jantungnya selalu sehat. Dengan melakukan berbagai usaha untuk menyehatkan jantung. Menjaga jantung agar tetap sehat merupakan kewajiban setiap individu.

Oleh karena itu, jantung harus selalu terjaga agar selalu dalam kondisi tetap sehat. Supaya kita dapat melakukan segala sesuatu aktivitas dengan normal, berikut ini adalah beberapa tips mudah menjaga jantung agar selalu sehat :

  1. Bagi anda yang memiliki kebiasaan merokok. Maka mulai dari sekarang berhentilah dari kebiasaan yang tidak menyehatkan tersebut. Perlu anda ketahui, perokok memiliki peluang sangat besar mengalami serangan jantung dibandingkan mereka yang tidak memiliki kebiasaan merokok sama sekali.
  2.  Usahakan mengurangi konsumsi garam yang berlebihan. Karena bisa mengakibatkan tekanan darah tinggi. Sehingga mampu meningkatkan serangan jantung koroner.
  3. Rajin dan tingkatkan intensitas berolahraga teratur setiap pagi. Dalam hal ini, bisa dengan berjalan atau berlari santai selama setengah jam atau lebih.
  4. Berbagai masalah yang memusingkan pikiran anda bisa berpengaruh terhadap kesehatan jantung anda. Usahakan meluangkan waktu menonton acara tv yang berisi komedi. Agar anda bisa tertawa lepas dan menenangkan pikiran anda.
  5. Anda juga bisa menyempatkan diri untuk berlibur atau bertamasya ke suatu tempat yang menyenangkan. sehingga bisa menyegarkan pikiran anda yang juga berdampak sangat baik pada kesehatan jantung anda.
  6.  Anda sebaiknya mengurangi atau bahkan tidak minum-minuman yang mengandung alkohol. Ini dikarenakan minuman beralkohol mampu merusak otot jantung anda.
  7. Makanlah buah-buahan dan sayur-sayuran yang banyak mengandung berbagai vitamin yang dibutuhkan jantung anda seperti bayam, buah alpukat serta kacang-kacangan serta kurangi makanan yang memiliki kadar kolesterol yang sangat tinggi.

Faktor-Faktor Utama Terkena Resiko Penyakit Jantung

Untuk menghindari peluang terkena penyakit jantung, ada baiknya kita mengenali faktor resikonya. Berikut adalah beberapa faktor-faktor utama terkena resiko resiko penyakit jantung yang patut diwaspadai.

  • Usia dan jenis kelamin
    Pria di bawah usia 50 tahun memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan dengan wanita pada kelompok usia yang sama. Setelah menopause, resiko seorang wanita bertambah karena penurunan yang tajam dari hormon estrogen yang bersifat melindungi.
  • Keturunan dari keluarga
    Penelitian menunjukkan bahwa jika terdapat riwayat gangguan jantung dalam keluarga, keturunan mereka lebih cenderung mengembangkan problem yang serupa.
  • Diabetes (kencing manis)
    Penderita diabetes dapat mengalami penyakit jantung akibat komplikasi dari penyakit tersebut.
  • Merokok (terkena asap rokok)
    Merokok secara langsung bertanggung jawab atas kira-kira 20 persen dari semua kematian karena penyakit jantung dan hampir 50 persen dari serangan jantung pada wanita berusia di bawah 55 tahun. Merokok meningkatkan tekanan darah dan memasukkan zat-zat kimia beracun, seperti nikotin dan karbon monoksida, ke dalam aliran darah. Selanjutnya, zat-zat kimia ini akan merusak arteri. Para perokok juga membuat mereka yang ikut menghirup asapnya beresiko mengalami masalah pada jantung. Penelitian menyingkapkan bahwa orang-orang yang tidak merokok yang tinggal dengan para perokok memiliki tambahan resiko serangan jantung. Oleh karena itu, dengan berhenti merokok seseorang dapat mengurangi resikonya sendiri dan bahkan dapat menyelamatkan kehidupan orang-orang tercinta yang tidak merokok.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
    Tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak. Seraya timbunan plak meningkat, terjadi lebih banyak penghalang terhadap aliran darah dan dengan demikian terjadilah peningkatan tekanan darah yang meningkatkan resiko serangan jantung.
  • Kegemukan (obesitas)
    Kelebihan berat meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan jumlah lemak. Menghindari atau mengobati obesitas (kegemukan) adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes kemudian akan meningkatkan resiko penyakit jantung koroner.
  • Gaya hidup kurang gerak
    Orang-orang yang tidak banyak bergerak memiliki resiko serangan jantung yang lebih tinggi. Mereka menghabiskan sebagian besar dari hari mereka tanpa aktif secara fisik dan tidak berolahraga dengan teratur. Serangan jantung sering kali terjadi pada orang-orang ini setelah kegiatan-kegiatan yang berat seperti bekerja keras di kebun, jogging, mengangkat beban berat, atau menyekop salju. Tetapi resikonya menurun di antara mereka yang berolahraga dengan teratur. Jalan-jalan santai selama 20 hingga 30 menit sebanyak tiga atau empat kali seminggu dapat menurunkan resiko serangan. Olahraga dengan teratur dapat meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa dan dapat menurunkan kadar kolesterol serta menurunkan tekanan darah.
  • Stres (tekanan emosi)
    Berdasarkan penelitian, stres dapat menyebabkan penyempitan arteri dan ini menurunkan aliran darah hingga 27 persen. Penyempitan yang berarti bahkan dapat terlihat pada arteri yang terkena penyakit ringan. Penelitian lain mengesankan bahwa stres berat dapat menyebabkan pecahnya dinding arteri yang memicu serangan jantung.

Sekadar mengetahui faktor resiko penyakit jantung tersebut tidaklah cukup. Perlu tindakan untuk mencegah terjadinya penyakit ini. Selain itu, penting untuk mengetahui gejala adanya penyakit jantung. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak buruk yang diakibatkannya.

Obat Herbal Untuk Penyakit Jantung

Di Indonesia, penyakit jantung koroner yang di tahun 1972 berada di peringkat 11 penyebab kematian, kini berada di peringkat 1. Sedangkan di dunia, penderita penyakit ini kian bertambah. Karena semakin meningkatnya penderita penyakit jantung di seluruh dunia, para ahli dan ilmuwan yang kompeten di bidangnya mulai mencari obat sakit jantung alternatif dan menelitinya. Faktanya, beberapa tumbuhan herbal mengandung nutrisi dan kandungan yang diperlukan untuk jantung dan dapat menurunkan faktor resikonya.

Kini, tak sedikit penderita penyakit jantung di seluruh dunia yang menggabungkan obat-obatan kimia dan obat herbal untuk menurunkan faktor resiko jantung seperti hipertensi dan diabetes. Negara barat yang acap kali mengagung-agungkan obat modern pun kini mulai melirik obat herbal untuk mengatasi penyakit jantung. Ini dia beberapa obat herbal untuk penyakit jantung yang telah digunakan di seluruh dunia.

Noni Juice

Noni Juice atau yang disebut orang Hawaii sebagai Noni mengandung senyawa utama scopoletin yang berfungsi untuk menstabilkan tekanan darah. Saat tekanan darah Anda tinggi, ia akan menurunkannya, namun ketika tekanan darah rendah ia akan menaikkannya hingga batas normal. Scopoletin akan melebarkan pembuluh darah yang sempit sehingga jantung tak perlu bekerja keras untuk memompa darah. Selain itu, buah Noni memiliki berbagai macam kandungan lain yang juga bekerja secara sinergis untuk kesehatan jantung Anda dan keseluruhan sistem tubuh Anda.

Sarang Semut

Bukan hanya tulang dan gigi, jantung dan pembuluh darah juga memerlukan kalsium. Tetapi terlalu banyak kalsium juga akan berefek pada terjadinya hypercalcemia, yang berpengaruh pada detak jantung. Sarang Semut memiliki kandungan kalsium dan kalium yang diperlukan oleh jantung sehingga detak jantung Anda akan normal : tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Sarang Semut juga mengandung antioksidan (flavonoid) tinggi dan multi-mineral yang melancarkan peredaran darah.

Jahe

Tersumbatnya aliran darah diakibatkan adanya lemak dan kolesterol yang menempel di dinding pembuluh darah dan ini akan menyebabkan penyakit jantung koroner. Nah, jahe yang biasanya dipakai bumbu masakan ternyata memiliki kandungan yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Dalam jurnal kesehatan yang diterbitkan tahun 2008, ‘Saudi Medical Journal’, disebutkan bahwa mengonsumsi 3 gr jahe per hari selama 45 hari dapat menurunkan kadar kolesterol.

Bawang Putih

Bawang putih diklaim sebagai obat ajaib bagi sakit jantung. Bumbu masakan ini bahkan telah dipakai oleh penderita penyakit jantung di seluruh dunia dan telah digunakan sejak lama dalam pengobatan medis. Bawang putih juga telah menjadi subyek penelitian dalam 258 jurnal tentang penyakit jantung yang telah diterbitkan. Dan penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi lemak akan meningkatkan resiko penyakit jantung tetapi menambahkan bawang putih akan melenyapkan ½ bagian lemak dari arteri.

Tak hanya itu, menambahkan 1 siung bawang putih pada menu diet harian Anda akan membantu menurunkan kolesterol dalam darah dari 10% hingga 17%. Banyak penderita sakit jantung yang enggan mengonsumsi bawang putih karena baunya yang menyengat dan tahan lama. Tetapi banyak orang barat justru membuat jus bawang putih untuk mengatasi penyakit jantung. Nah, tak ada salahnya mengonsumsi obat herbal untuk mengatasi penyakit jantung Anda. Sebab banyak penelitian yang mendukung dan banyak orang di dunia yang telah mencobanya.

Penyebab Jantung Koroner Dan Cara Pengobatannya

Penyakit jantung koroner disebabkan terhambatnya aliran darah ke jantung sehingga menimbulkan efek kehilangan aliran oksigen dan nutrisi ke jantung. Hal tersebut dapat menyebabkan gangguan fungsi jantung seperti hilangnya kemampuan memompa darah dan kerusakan pada sistem jantung yang mengontrol iramanya. Terjadinya penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah pada arteri koroner disebabkan oleh penumpukan zat lemak secara berlebihan di lapisan dinding nadi pembuluh koroner.

Penumpukan tersebut dipengaruhi oleh pola makan yang kurang sehat yang disertai gaya hidup kurang gerak, kecanduan rokok, hipertensi, dan kolesterol tinggi sehingga mempengaruhi pembentukan bekuan darah yang membuat aliran darah ke jantung terhambat. Gejala jantung koroner bisa meliputi jantung yang terasa nyeri di bagian tengah dada dan menjalar ke lengan kiri atau leher bahkan menembus ke punggung.

Gejala lain bisa berupa sesak nafas, pusing, mual, dan keringat dingin. Pencegahan jantung koroner dapat dilakukan dengan menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi, mengonsumsi makanan yang berserat tinggi (sayur dan buah), hindari stres, alkohol, dan berhenti merokok. Penting juga bagi Anda untuk mengendalikan tekanan darah (Hipertensi dapat memicu terjadinya penyakit jantung koroner) dan berolahraga secara teratur.

Kehidupan jantung berkaitan erat dengan keberadaan pembuluh darah. Agar jantung dapat bekerja dengan benar, dibutuhkan pembuluh darah yang elastis dan lentur agar oksigen dan nutrien-nutrien yang dibutuhkan otot jantung untuk bekerja dengan baik dapat terpenuhi. Sarang Semut kaya akan kandungan antioksidan yang dapat membantu mengatasi jantung koroner secara tidak langsung, dengan melenturkan pembuluh darah dan menyehatkan sistem peredaran darah dalam tubuh. Salah satu antioksidan yang terkandung dalam Sarang Semut, tokoferol, terbukti membantu memperbaiki sistem kerja jantung dengan mengencerkan darah dan mencegah penggumpalan darah serta menurunkan tekanan darah yang beresiko menimbulkan serangan jantung.

Flavonoid, senyawa antioksidan lain dalam Sarang Semut, juga berkhasiat mencegah terjadinya penggumpalan darah yang dapat mengakibatkan sirkulasi darah yang tidak lancar yang juga beresiko menimbulkan gangguan dan penyakit jantung. Multi-mineral yang terdapat dalam Sarang Semut juga berperan penting dalam pengobatan jantung koroner secara langsung, misalnya, magnesium, merupakan salah satu nutrien paling penting untuk kesehatan jantung. Tugas utama magnesium adalah membantu otot jantung untuk relaksasi.

Fungsi ini berlawanan dengan fungsi kalsium yang membuat jantung berkonstraksi. Kombinasi sinergis kedua senyawa ini yang dapat ditemukan dalam Sarang Semut, sangat berguna untuk mempertahankan irama jantung tetap normal dengan relaksasi dan konstraksi otot jantung. Magnesium diperlukan untuk metabolisme kalsium yang sesuai dalam tubuh. Magnesium dapat mencegah kalsium yang tidak diserap tubuh agar tidak menggumpal, menumpuk, dan menyumbat arteri sehingga meningkatkan resiko serangan jantung. Kekurangan magnesium dapat menyebabkan perubahan metabolisme yang berperan dalam terjadinya serangan jantung.

Selain itu, magnesium berperan penting dalam pengobatan jantung koroner karena efeknya yang dapat melebarkan arteri koroner, memperbaiki aliran darah ke jantung, meningkatkan kadar kolestrol baik (HDL), mengatur relaksasi dan konstraksi otot jantung, dan menstabilkan ritme jantung. Mineral lain dalam Sarang Semut, kalium juga diketahui dapat  mengatur ritme jantung. Kerja sama 2 senyawa tersebut dalam tubuh sangat membantu mengontrol irama jantung. Ya, tak hanya merawat kesehatan pembuluh darah, kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral yang terkandung dalam Sarang Semut juga sangat baik untuk mengatasi berbagai gangguan dan penyakit jantung termasuk jantung koroner.

Tips Mudah Mengurangi Resiko Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner adalah salah satu penyakit paling berbahaya di dunia. Keganasan penyakit ini sudah terkenal sebagai penyebab kematian tertinggi bagi orang dewasa. Tidak mengherankan jika banyak pihak terus berusaha menekan angka kematian akibat penyakit ini. Penyakit jantung koroner timbul karena saluran arteri yang berfungsi membawa oksigen ke jantung terhambat. Akibatnya, jantung tidak mendapat pasokan oksigen yang memadai. Padahal seperti kita tahu, jantung memegang peranan penting bagi tubuh manusia.

Terhambatnya pasokan oksigen terjadi karena fenomena yang disebut dengan LDL (low density lipoproteins) yang jika dibiarkan, akan menimbulkan timbunan plak di pembuluh darah (Aterosklerosis) dan menghambat aliran darah. Cara terbaik tidak terkena penyakit jantung koroner adalah dengan mengurangi resikonya yakni dengan membiasakan gaya hidup sehat agar penyakit berbahaya ini tidak hinggap di tubuh. Berikut adalah tips mudah mengurangi resiko penyakit jantung koroner.

  • Jalan kaki dan lari pagi
    Berjalan kaki atau lari di pagi hari sangat baik untuk kesehatan jantung. Cukup melakukannya selama 30 menit akan sangat membantu mengurangi resiko terkena penyakit jantung koroner dan pasti akan membantu menurunkan berat badan Anda.
  • Hindari rokok
    Rokok merupakan salah satu musuh bebuyutan jantung. Asap rokok yang mengandung banyak senyawa berbahaya merupakan pangkal terjadinya penyakit jantung koroner. Selain jantung, rokok juga menjadi pemicu terjadinya kanker.
  • Kurangi makan daging merah
    Daging sarat akan kolesterol yang bisa menyumbat saluran arteri yang menjadi sebab terjadinya penyakit jantung koroner. Karena itu, Anda perlu berhati-hati dalam mengonsumsi daging. Takaran standar konsumsi daging merah yang diperbolehkan yaitu hanya sebanyak 4 ons daging merah/minggu. Kurangi makan daging merah. Coba ganti dengan makan ikan laut atau makanan sarat protein lain seperti putih telur. Makanan kaya protein sangat baik bagi kesehatan jantung. Saat makan daging, baik juga bila ditemani dengan makanan sarat serat seperti kentang dan ketela. Serat dalam makanan tersebut akan membantu menjaga tingkat gula darah dan menurunkan tekanan darah. Hal itu akan membuat arteri sehat sehingga mengurangi resiko terkena penyakit jantung koroner.
  • Banyak tertawa dan bersyukur
    Sering bersyukur akan membantu tubuh Anda lebih tenang sehingga tidak ada lagi perasaan tak nyaman yang dapat memicu ketidaknormalan dalam tubuh seperti depresi dan stres. Saat depresi, jumlah hormon dalam tubuh akan meningkat dan mengancam kesehatan jantung. Menurut sebuah penelitian, orang yang sering bersyukur akan mengurangi resiko terkena penyakit jantung koroner sampai sembilan persen. Sering-sering tertawa juga akan menghasilkan efek yang baik bagi tubuh. Rasa depresi dan stres yang potensial menganggu kesehatan jantung akan lenyap.
  • Rutin membersihkan gigi
    Menyikat gigi secara teratur sangat baik bagi kesehatan jantung. Bakteri yang tersembunyi sangat berbahaya sebab ketika terjadi infeksi pada gusi, dapat berimbas pada organ jantung. Jadi, bersihkan gigi secara teratur.

Selain 5 hal di atas, mencegah resiko penyakit jantung koroner juga dapat dilakukan dengan menghabiskan waktu bersama orang tersayang. Jangan biarkan hidup Anda hanya berfokus pada pekerjaan. Meluangkan waktu bersama orang terkasih akan sangat besar manfaatnya. Waktu tidur yang cukup juga sangat berperan menjaga kesehatan tubuh. Tidur dalam enam sampai delapan jam sehari juga sangat dibutuhkan tubuh. Kebutuhan tidur yang tercukupi mampu membuat tubuh lebih segar dan jelas mencegah terjadinya resiko penyakit jantung koroner.

Cara Membedakan Serangan Jantung Dengan Nyeri Dada Biasa

Siapa yang tak khawatir dan takut kalau terkena serangan jantung? Penyakit berbahaya yang mematikan ini memang telah menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian besar orang di berbagai penjuru dunia. Betapa tidak, serangan jantung bisa merenggut nyawa seseorang secara tiba-tiba, tanpa terduga. Orang yang kelihatannya sehat karena tidak pernah mengeluhkan gejala penyakit apapun bisa mendadak meninggal akibat serangan jantung. Bahkan, baru-baru ini dikabarkan seorang pemain sepak bola Liga Italia dari klub Livorno, meninggal di lapangan ketika pertandingan masih berlangsung. Tim dokter menyatakan bahwa penyebab kematiannya karena serangan jantung.

Oleh karena itu, kita patut waspada dengan serangan mendadak yang mematikan yang disebabkan oleh serangan jantung. Pada dasarnya, penyakit jantung juga memiliki tanda-tanda yang bisa dikenali dan dianalisis oleh orang awam sekalipun asalkan sudah mengetahui informasi awal tentang penyakit ini. Dan yang penting diketahui adalah bahwa penyakit jantung ternyata tidak selalu identik dengan nyeri di dada. Tidak selalu orang yang mengeluh nyeri di dada kemudian disebut menderita penyakit jantung, karena bisa saja orang tersebut menderita penyakit lain seperti asma, pneumothorax, dan lainnya.

Nah, bagaimana cara untuk membedakan nyeri dada yang dialami tersebut karena diakibatkan oleh penyakit jantung atau gangguan penyakit lainnya? Sebagaimana dilansir dalam detikhealth.com, statement dari Dr. Rob Lamberts menyatakan bahwa orang perlu membedakan kapan nyeri dada serius karena serangan jantung atau disebabkan penyakit lainnya. Kalau nyeri dada yang diderita terindikasi kuat mengarah kepada penyakit jantung maka tindakan cepat untuk menanggulanginya harus segera dilakukan sebelum terjadinya kerusakan pada otot jantung yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan kematian mendadak.

Lebih lanjut, Lamberts mengungkapkan bahwa sesungguhnya lebih dari sepertiga pasien penyakit jantung tidak mengeluhkan rasa nyeri di dada. Namun, gejalanya sudah dirasakan jauh sebelumnya yakni ketika dirasakannya nyeri pada dada yang hilang dan timbul dalam jangka 5-10 menit. Namun, hal kritis tersebut seringkali diabaikan oleh banyak orang. Untuk gejala serangan jantung, kata yang tepatnya sebenarnya bukan nyeri dada melainkan sensasi di dada yang dirasakan sangat tidak enak yakni sesak yang berat di bagian dada. Lantas, bagaimana untuk membedakan keduanya? Berikut adalah penjelasannya secara rinci cara membedakan serangan jantung dengan nyeri dada biasa.

Gejala Khas Serangan Jantung

Mari, kita perhatikan gejala khas yang timbul pada orang yang mengalami serangan jantung. Setelah membacanya, tanyakan pada diri Anda, apakah Anda mengalami beberapa gejala tersebut?

  • Dada terasa sesak dan berat sehingga sangat sulit untuk bernafas
    Mungkin Anda pernah melihat sebuah iklan obat sakit asma di layar kaca, dimana terlihat seorang perempuan yang diilustrasikan sedang merasakan sesak nafas yang berat ibarat diikat oleh tali kuat dan kencang. Nah, seperti itulah rasanya sesak nafas orang yang terkena serangan jantung.
  • Mengeluarkan keringat, perut terasa mual, dan timbul perasaan cemas
    Kondisi tersebut muncul serta-merta berbarengan dengan sesaknya nafas sampai kesulitan saat bernafas.
  • Rasa sakit yang menjalar
    Leher terasa sakit, yang diikuti oleh rasa sakit pada lengan kiri dan rahang, di bagian belakang perut, dan juga terjadi pada salah satu bahu.
  • Denyut jantung berdegup kencang atau lebih cepat dari biasanya
    Di saat yang bersamaan, badan juga tiba-tiba merasa sangat lemas. Dan yang patut diperhatikan gejala-gejala berbahaya di atas bisa terjadi sekalipun Anda sedang beristirahat dalam arti tidak sedang melakukan aktifitas. Namun demikian, gejala di atas juga bisa muncul sehabis berolahraga, setelah menghabiskan menu makan besar, atau ketika sedang stres.

Jika Anda merasakan beberapa gejala di atas, temui dokter dan segera dapatkan pertolongan. Perlu Anda ketahui, otot-otot jantung akan mengalami kerusakan permanen setelah terjadi serangan jantung. Untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih banyak dan parah, segera cari bantuan jika Anda mengalami gejala serangan jantung.

Nyeri Dada yang Bukan Serangan Jantung

Sebagaimana yang disebutkan di atas, nyeri dada juga bisa disebabkan oleh hal lain selain serangan jantung. Berikut penyebab nyeri dada yang bukan termasuk serangan jantung.

  • Timbul nyeri dada ketika sedang batuk
    Ketika Anda merasakan rasa nyeri di dada saat batuk maka jangan khawatir karena bukanlah termasuk gejala serangan jantung meskipun tetap harus diobati. Penyebabnya ialah adanya infeksi saluran pernafasan bagian atas oleh virus.
  • Rasa nyeri pada rusuk
    Biasanya nyeri pada rusuk diakibatkan oleh timbulnya penyakit lain seperti herpes zoster.
  • Nyeri pada otot atau tulang dada
    Hal ini dianggap wajar dan kerap terjadi justru pada orang yang meningkatkan kegiatan fisiknya.
  • Tulang rusuk yang patah
    Nyeri dada yang dialami seseorang juga bisa terjadi karena adanya tulang rusuk yang patah oleh berbagai sebab seperti jatuh, berkelahi, dan lainnya.
  • Pneumothorax
    Yakni adanya masalah pada paru-paru yang menyebabkan nyeri di dada sehingga mengakibatkan sesak nafas.
  • Adanya bekuan darah pada paru-paru
    Kondisi yang disebut juga dengan emboli ini akan menyebabkan kondisi nyeri dada yang merepotkan. Perlu penanganan dari dokter untuk menghilangkan rasa nyeri tersebut.
  • Penyakit tulang belakang
    Anda pasti sudah pernah mendengar penyakit terjepitnya saraf tulang belakang. Hal tersebut bisa menyebabkan rasa nyeri di dada yang juga sangat mengganggu.

Itulah beberapa gejala untuk membedakan mana yang termasuk gejala serangan jantung atau nyeri dada biasa yang tingkat resiko kematiannya masih di bawah serangan jantung. Gejala-gejala di atas patut diperhatikan secara seksama untuk mengurangi resiko terkena serangan jantung. Karena kalau salah diagnosa maka akibatnya akan fatal, yang mana kematian akan segera menjemput.

Hal yang lainnya yang juga patut diwaspadai bahwa gejala nyeri dada pada serangan jantung waktunya sangat singkat untuk dideteksi dan hal itu tentunya membutuhkan tingkat kepekaan dan responsibilitas yang tinggi. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk memeriksakan kondisi kesehatan Anda. Pastikan bahwa nyeri dada yang Anda alami mengarah pada penyakit jantung atau penyakit lainnya dan segera dapatkan pertolongan yang Anda butuhkan.

Sering Kerja Lembur Rentan Sakit Jantung

Sering pulang malam akibat lembur di kantor? Kebiasaan ini mungkin meningkatkan peluang karier Anda. Namun, waspadalah karena sering kerja lembur beresiko terkena sakit jantung. Ini adalah pengingat penting bagi mereka yang ‘gila kerja’ maupun bagi mereka yang terpaksa melakukannya. Kebiasaan buruk ini memang tidak berdampak langsung pada kesehatan jantung Anda. Meski begitu, beberapa dampak langsung yang bisa Anda rasakan berikut ini akan mengarahkan Anda di masa depan sebagai penyandang status penderita sakit jantung.

Umumnya, jam kerja standar yang ideal adalah 7-8 jam setiap harinya selama 5 hari kerja dan sisa 2 hari di akhir pekan adalah waktu bebas yang memang sebaiknya digunakan untuk beristirahat dari rutin pekerjaan Anda. Namun, beberapa orang menghabiskan waktu yang lebih lama di kantor baik untuk mengejar bonus tambahan, meningkatkan peluang karier, maupun karena adanya tuntutan target yang ditetapkan perusahaan.

Sebagai akibatnya, kebanyakan pekerja lembur ini akan menggantungkan diri pada berbagai stimulan seperti kopi dan camilan ringan yang tinggi kalori guna mendongkrak stamina dan semangat atau sekadar mengusir kantuk, stres, dan rasa jenuh yang menghampiri di tengah-tengah kesibukan mereka. Meski tidak langsung menyebabkan sakit jantung, kebiasaan beresiko ini akan mengganggu berbagai sistem metabolisme tubuh Anda. Akibat menu makanan yang tidak sehat, ditambah dengan adanya stres, tekanan darah dan kadar gula darah akan cenderung meningkat.

Selain itu, kualitas tidur Anda pun akan menurun. Kombinasi dari berbagai faktor inilah yang ke depannya akan membawa Anda langsung pada kondisi sakit jantung. Ya, dapat dikatakan, kerja lembur adalah mata rantai utama dan pertama yang menggiring Anda pada gerbang kematian akibat serangan jantung bila Anda tidak segera menghentikan kebiasaan buruk ini. Sebuah penelitian yang dimuat dalam American Journal of Epidemiology menyatakan bahwa resiko terserang sakit jantung dan stroke mencapai hingga 80 persen pada mereka yang sering bekerja lembur. Contoh nyata yang meneguhkan fakta ini terjadi di bulan Mei 2013 lalu, dimana seorang staf perusahaan agensi iklan di Beijing dilaporkan tewas mendadak di kantornya setelah bekerja lembur sampai pukul 11 malam setiap harinya selama hampir satu bulan.