Monthly Archives: February 2014

Inilah Makanan Pencegah Stroke & Sakit Jantung

Cara makan yang baik dan sehat adalah pola makan yang dimulai dengan memperhatikan jenis makanan yang kita konsumsi. Mengkonsumsi makanan yang tepat sangat baik untuk mengurangi risiko penyakit jantung dengan mengurangi kadar dari kolestrol LDL (kolestrol jahat). Karena kolesterol jahat jika dibiarkan lama di dalam tubuh dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan atherosclerosis.

Atherosclerosis adalah suatu keadaan dimana terjadi penyumbatan pada pembuluh darah arteri yang sering menyebabkan serangan jantung dan kematian. Untuk mencegah penyakit ini ternyata ada lho diet yang bisa kita lakuin. Berikut adalah  makanan pencegah stroke dan sakit jantung :

  1. Konsumsi ikan lebih banyak

Ikan merupakan sumber dari protein dan nutrisi lainnya. Ikan juga mengandung omega 3 yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. The American Heart Association menyarankan agar mengkonsumsi ikan dengan kandungan omega 3 yang tinggi seperti salmon sebanyak dua kali dalam seminggu.

  1. Konsumsi sayur, buah, gandum, dan kacang

Makanan natural ini merupakan strategi yang cukup kuat untuk melawan penyakit jantung.

  1. Pilih lemak yang tepat

Lemak tidak selamanya jahat, lho. Lemak masih dibutuhkan tubuh untuk melarutkan vitamin A,D,E, dan K. Sekaligus sebagai penghasil energi tertinggi. Tapi kalau kebanyakan justru jadi masalah, oleh karena itu ikut kiat berikut ini:

    1. Membatasi total lemak
    2. Kurangi konsumsi trans fat (lemak tak jenuh) dan tidak lebih dari 7% – 10% lemak jenuh. (misalnya mentega, makanan gorengan, makanan manis, dan saus salad).
    3. Bila ingin menambah lemak gunakan lemak yang tinggi dengan lemak tak jenuh tunggal atau lemak tak jenuh ganda (misalnya kanola, olive, atau minyak kacang).
  1. Perbanyak variasi makanan

Makanan yang mengandung protein tinggi seperti daging atau produk susu dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Jadi untuk mengurangi resiko nutrisi dengan menyeimbangkan antara protein dari daging binatang, ikan, dan sayur.

  1. Kurangi konsumsi kolestrol

Peroleh energi dengan memperbanyak karbohidrat kompleks (pasta, kentang dan roti gandum) dan kurangi gula, minuman bersoda serta makanan atau minuman manis.

5 Tanda Gagal Jantung

Gagal jantung merupakan penyakit yang umum ditemui. Gagal jantung merupakan keadaan dimana jantung tidak dapat memompa darah secara cukup. Hal ini pada akhirnya akan berakibat pada penumpukan darah pada jantung dan kurangnya peredaran darah ke seluruh tubuh. Hal inilah yang akan menyebabkan berbagai keluhan pada pasien gagal jantung. Berikut ini adalah 5 tanda gagal jantung.

1.    Mudah lelah

Pasien dengan gagal jantung umumnya mengeluh cepat lelah. Pada kasus gagal jantung tahap awal, maka kelelahan yang terjadi masih minimal. Namun seiring semakin berat keadaan gagal jantung pasien, maka keluhan mudah lelah juga akan semakin berat. Umumnya pasien mengeluh lelah hanya dengan melakukan aktivitas sehari-hari yang seharusnya tidak melelahkan. Bahkan pada keadaan  gagal jantung tahap akhir, pasien tidak dapat melakukan aktivitas fisik sehari-hari.

2.    Sesak nafas

Sesak nafas juga merupakan gejala yang umum ditemui pada pasien gagal jantung. Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa pada pasien dengan gagal jantung terjadi kegagalan dalam memompa darah. Hal ini akan menyebabkan akumulasi di ruang jantung dan pada akhirnya akan berbalik ke aliran darah paru. Hal inilah yang akan menyebabkan keluhan sesak nafas pada pasien. Pasien menjadi mudah lelah dan mengeluh sesak, khususnya jika sedang beraktivitas.

3.    Lebih suka tidur dalam posisi tinggi atau dengan dua-tiga bantal

Pasien dengan gagal jantung lebih memilih untuk tidur dengan dua-tiga buah bantal kepala. Jika pasien tidur dengan satu bantal atau telentang, keluhan sesak nafas lebih sering timbul.

4.    Bengkak di beberapa bagian tubuh

Akibat kegagalan dalam memompa darah, maka akan terjadi penumpukan cairan pada berbagai bagian tubuh, misalnya di bagian kaki dan perut. Hal ini akan menyebabkan pasien terlihat mengalami pembengkakan.

5.    Lemas

Pada pasien gagal jantung, aliran darah ke berbagai bagian tubuh tidak optimal. Hal ini akan menyebabkan berbagai keluhan seperti pasien merasa lemas, dan bagian tubuh seperti tangan terasa dingin.

Jika Anda memiliki keluhan yang dipaparkan diatas, tentu tidak serta merta Anda menderita gagal jantung. Untuk memastikan diagnosis diperlukan pemeriksaan lengkap pada diri Anda. Jika Anda merasa ada kemiripan gejala yang dipaparkan pada artikel ini dengan yang Anda alami, coba konsultasikan diri Anda ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Gejala Penyakit Jantung

Penyakit jantung masih merupakan pembunuh No 1 di Indonesia bahkan di dunia. Penyebabnya adalah banyak para penderita sakit jantung yang mengabaikan gejela-gejala penyakit jantung. Hal ini bisa dimaklumi mengingat tidak banyak orang yang tahu seperti apa ciri-ciri dan gejala serangan jantung. Namun tentu saja hal seperti tidak boleh dibiarkan, berikut ini gejala-gejala penyakit jantung yang sering diabaikan antara lain :

1. Sering Kelelahan
Jika Anda kerap merasa lelah meski tidak melakukan aktivitas berat, segera konsultasikan ke dokter pribadi. Ini bisa menjadi indikasi adanya masalah pada jantung. Rasa lelah ini juga sering dirasakan saat bangun tidur.

2. Sering Berkeringat
Umumnya seseorang berkeringat usai berolahraga atau saat cuaca panas. Namun jika Anda mudah berkeringat, meski tidak melakukan apapun, kemungkinan jantung Anda bermasalah.

3. Mual Berlebihan
Gejala gangguan jantung diawali dengan pembengkakan di bagian perut. Hal ini menyebabkan penderita kehilangan nafsu makan dan merasakan mual berlebih.

4. Merasa Cemas dan Tegang
Banyak yang meyakini, serangan jantung berbuntut pada trauma. Alhasil, mereka yang pernah mengalami serangan jantung lebih sering mengalami ketegangan, ketakutan, atau kecemasan akan kematian. Hal ini dikaitkan dengan kecemasan psikologi dan stres yang menyebabkan serangan lebih sering.

5. Nyeri pada bagian tubuh
Rasa nyeri menjadi pertanda kuat penyakit jantung. Pada pria, rasa nyeri dirasakan di bagian lengan kiri, sementara wanita mengalami rasa sakit di kedua lengan. Rasa sakit datang dan pergi ini juga dirasakan di bagian bahu, punggung siku, dan leher. Nyeri di beberapa titik bagian tubuh ini disebabkan karena terjadi penyumbatan arteri.

6. Nyeri di dada
Ini merupakan gejala umum masalah jantung. Wanita akan lebih mungkin merasakan nyeri di bagian dada karena penyumbatan arteri yang menyebabkan aliran darah ke seluruh tubuh tidak lancar. Kondisi ini juga dapat menyebabkan mati rasa dan kelemahan tubuh.

7. Sakit kepala
Mereka yang memiliki masalah pada jantung, akan merasakan sakit kepala saat terkena paparan cahaya. Ini berpengaruh pada denyut jantung, entah itu berdenyut lebih lambat atau lebih cepat. Terutama pada wanita yang sering mengalami migren atau gangguan visual, setidaknya dua kali dalam sebulan, perlu waspada. Bisa jadi ini merupakan gejala perkembangan penyakit jantung. Demikian menurut studi yang diterbitkan American Academy of Neurology. Menurut peneliti, ini terjadi karena penyimpangan sirkulasi darah yang menyebabkan sakit kepala parah.

8. Denyut jantung tak teratur
Jika Anda mengalami denyut jantung tak teratur, ini patut diwaspadai karena dapat berakibat fatal. Denyut jantung tak teratur umumnya terjadi karena adanya penebalan otot pada katup jantung. Hal ini menyebabkan terjadi penyempitan pada katup sehingga menyebabkan kebocoran.

9. Sesak napas
Sesak napas disebabkan karena penebalan pembuluh darah yang menghambat pasokan darah ke seluruh tubuh. Ini juga berakibat pada denyut jantung yang tidak teratur, kelainan organ hati atau infeksi, penebalan otot jantung, serta kelainan pada katup jantung.

10. Pembengkakan Kaki dan Perut
Pembengkakan terjadi ketika cairan menumpuk di dalam tubuh. Umumnya terjadi pada bagian pergelangan kaki dan perut. Gejala ini merupakan tanda bahwa jantung sedang mengalami kecacatan serta adanya kelainan pada katup jantung.

Tips Ampuh Menangkal Kanker Pada Paru-Paru Anda

Kanker paru-paru merupakan salah satu penyakit mematikan yang bisa menyerang siapapun di semua tingkatan usia anda. Ini dikarenakan, penyakit ini langsung menyerang salah satu organ dalam sistem pernafasan (paru-paru) seseorang. Namun, tidak usah khawatir, berbagai tips terbukti ampuh menangkal penyakit kanker paru-paru menyerang anda. Tips kesehatan kali ini akan mengulas berbagai tips ampuh menangkal kanker pada paru-paru. Berikut ini 4 tips ampuh menangkal penyakit kanker pada paru-paru anda.

  1. Berhentilah Merokok Dari Sekarang. Kebiasaan menghisap asap rokok menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker pada paru-paru. Jadi, mulailah tersenyum bagi mereka yang tidak pernah menghisap asap rokok serta sedapat mungkin menjauh dari orang yang sedang merokok. Bagi perokok aktif, usahakan menghentikan kebiasaan merokok untuk menurunkan resiko terkena kanker paru-paru.
  2. Jadwalkan Olahraga Di Pagi Hari Di Rutinitas Harian Anda. Memulai hari dengan berolahraga pagi sangat erat kaitannya dengan meningkatkan kualitas kesehatan tubuh anda. Disamping itu, Berbagai aktivitas fisik termasuk olahraga dapat menurunkan resiko terkena kanker pada paru-paru.
  3. Mulailah Dengan Menu Makanan Sehat. Dalam hal ini, mulailah dengan mengkonsumsi berbagai buah-buahan serta aneka sayuran yang bewarna hijau. Ini dikarenakan, kedua makanan tersebut juga sangat efektif mencegah kanker paru-paru.
  4. Pastikan Rumah Dan Sekitar Rumah Terbebas Dari Paparan Radon. Radon sendiri yaitu gas yang tidak memiliki warna dan tidak berbau yang mana dihasilkan dari pemecahan radium radioaktif. Gas radon inilah yang juga bertanggung jawab atas kanker paru-paru yang menyerang anda.

Sahabat, tips kesehatan. Organ paru-paru merupakan salah satu organ dalam sistem pernafaasan pada manusia yang berlokasikan di rongga dada. Tugas dari paru-paru yaitu tempat bertukarnya udara yang mengandung oksigen yang kita hirup dengan karbondioksida yang akan dikeluarkan tubuh melalui hidung. Kanker paru-paru bukanlah satu satunya jenis penyakit yang bisa menyerang paru-paru seseorang. Ini dikarenakan, ada berbagai penyakit yang bisa menyerang paru-paru anda seperti pneumonia (radang paru-paru0, penyakit legionnaries, efusi pleura, tuberkulosis (TB), pneumororaks, sesak nafas (asma), penyakit paru-paru obstruktif kronis, bronkitis kronis, emfisema, penyakit paru akibat kerja, silikosis,

Semua penyakit tentu memiliki berbagai gejala-gejala umum, sehingga orang awam maupun para medis mudah melihatnya termasuk kanker paru-paru. Berbagai gejala umum dari kanker paru-paru yaitu batuk yang terus memburuk dan sulit sembuh, susah bernafas, terasa sakit di area dada secara terus menerus, batuk yang disertai darah, mudah capek dan letih disertai berkurangnya berat badan tanpa sebab yang jelas. Terkait dengan sistem pengobatan dari kanker pada paru-paru ini ada berbagai macam yaitu dengan sistem pembedahan, dengan terapi radiasi, melalui kemoterapi maupun terapi target.

Pengganti Gula Dan Garam Untuk Penderita Diabetes

Ada begitu banyak salah kaprah yang berkembang di masyarakat tentang penyakit gula dan makanan untuk diabetes. Bagi penderita diabetes, gula memang musuh utama yang tak boleh terlalu banyak dikonsumsi. Namun tahukah Anda, sesuatu yang seharusnya dibatasi adalah kalori. Kalori terdapat dalam jenis makanan yang mengandung gula, karbohidrat (nasi, kentang, tepung-tepungan), dan bahkan bumbu dapur.

Kalori dalam gula sangat tinggi maka itulah penderita diabetes pantang terlalu banyak mengonsumsi gula. Karena gula dibatasi maka bumbu yang dipilih untuk penderita diabetes adalah garam. Namun, garam rupanya juga bukan pilihan yang bijak sebab garam akan menahan cairan dan meningkatkan tekanan darah.

Tentu saja, hipertensi adalah komplikasi diabetes yang akan memperpendek umur. Selain gula dan garam ada banyak bumbu yang memberikan rasa terhadap makanan tanpa perlu takut gula darah dan tekanan darah meningkat tajam.

  • Daun Basil segar
    Mungkin jenis bumbu dapur ini terdengar asing. Namun daun Basil kini mulai digunakan di dapur-dapur Indonesia. Daun Basil segar bisa digunakan saat memanggang ayam atau membuat pasta. Dalam membuat pasta orang lebih senang menggunakan pasta tomat botolan. Sebaiknya, Anda membuat sendiri pasta tomat. Sebab dalam pasta tomat pabrik ada gula dan garam yang tersembunyi. Daun Basil tidak mengandung kalori maupun lemak. Bumbu penyedap ini akan memberikan aroma yang sedap tanpa menaikkan tekanan darah secara ekstrem karena daun Basil mengandung sodium (garam) yang rendah.
  • Daun Mint
    Daun Mint yang biasa digunakan dalam resep kudapan dan pencuci mulut ini sangat direkomendasikan untuk penderita diabetes. Jika Anda menambahkan daun Mint dalam masakan maka hanya diperlukan 0.1 gr gula per saji. Daun Mint akan memberikan aroma segar pada kudapan.

Selain bumbu dapur di atas, sebenarnya garlic pepper dan garam berbumbu dengan merek dagang Lawry’s juga mengandung rendah lemak dan rendah kalori yang dapat menggantikan garam yang biasa Anda gunakan. Sayangnya, produk ini belum masuk dalam pasar Indonesia.

Selain pengganti garam, sebenarnya produk pengganti gula pasir telah beredar di pasaran. Pemanis buatan yang berasal dari jagung dan daun Stevia telah banyak diproduksi untuk menjaga kadar gula dalam darah. Namun, masih banyak saja penderita diabetes yang ragu-ragu untuk mengonsumsinya karena rasa manisnya. Padahal gula jagung memiliki kalori yang amat rendah. Asupan kalori yang seimbang akan membantu penderita diabetes menjalani hidupnya.

Faktor Penurun Resiko Diabetes Keturunan

Apakah Anda percaya dengan pernyataan kalau penyakit diabetes itu bisa diturunkan? Atau secara lebih sederhana, apakah benar orang yang orang tuanya menderita diabetes akan menurunkan penyakit tersebut kepada anak-anaknya? Patut diketahui bahwa memang faktor genetik atau turunan memiliki peranan yang besar terhadap keterjangkitan penyakit diabetes pada seseorang.

Orang sering menyebutnya dengan penyakit diabetes keturunan karena adanya hubungan genetik sebagai faktor penyebab diabetes. Meskipun diketahui bahwa ada pengaruh yang cukup signifikan, namun mekanisme kerjanya sendiri cenderung rumit dan sulit untuk diketahui oleh kalangan ahli sekalipun.

Namun sebetulnya, hal lainnya yang tak kalah penting ialah faktor lingkungan yang turut andil dalam keterjangkitan diabetes tersebut. Banyak sekali faktor lingkungan yang dimaksud mulai dari obesitas atau kegemukan, pola makan yang tidak sehat, kurangnya berolahraga, banyak mengonsumsi kalori, lemak, dan minim mengonsumsi makanan berserat seperti buah, sayuran, dan terlalu banyak duduk.

Memiliki ibu atau ayah yang kebetulan menderita diabetes, memang kemungkinan besar menyebabkan Anda juga mengalami diabetes keturunan. Namun, faktor-faktor lingkungan di atas juga berkontribusi besar terhadap terjadinya penyakit ini. Dan, meskipun orang tua Anda menderita penyakit berbahaya ini tidak lantas kiamat terjadi dan langsung memvonis diri sendiri bahwa Andapun akan terkena diabetes tanpa berusaha untuk menolaknya.

Tidak semua anak yang orang tuanya memiliki riwayat sebagai penderita diabetes, anaknya juga akan menderita diabetes di kemudian hari. Padahal semua orang juga bisa terkena diabetes jika gaya hidupnya mendekati hal-hal yang bisa memicu diabetes sekalipun orang tuanya tidak memiliki riwayat penyakit ini. Jika diibaratkan faktor genetik itu seperti sebatang lilin yang senantiasa bersama dengan Anda, maka lilin tersebut akan menyala ketika ada pemantiknya (faktor penyebab).

Pemantik tersebut ialah faktor lingkungan tadi sehingga sebetulnya lilin itu tidak akan menyala sepanjang Anda pandai menjauhkan sumbunya dari pemantiknya itu (faktor lingkungan berupa pola makan tidak sehat, jarang berolahraga, banyak mengonsumsi makanan tinggi kalori, dan lainnya).

Seberapa besar pun potensi genetik diabetes keturunan pada seseorang, jika faktor lingkungannya tidak mendukung maka kemungkinan berkembangnya penyakit diabetes menjadi sangat kecil. Sebaliknya, sekalipun orang tua Anda tidak memiliki riwayat menderita penyakit diabetes namun karena faktor lingkungannya tidak dapat terkontrol dengan baik maka tetap saja Anda berpeluang besar untuk menderita diabetes.

Lantas, apa yang mesti dilakukan untuk mencegahnya jika diketahui bahwa orang tua Anda mengidap penyakit diabetes? Tentu saja Anda tidak bisa memilih untuk dilahirkan dari orang tua yang tidak menderita penyakit diabetes sehingga Anda bisa terbebas dari penyakit yang mengancam jiwa ini. Yang seharusnya dilakukan ialah mengontrol faktor lingkungan tadi sebagaimana yang disebutkan di atas. Jika Anda mengalami obesitas maka upayakan untuk menurunkan bobot tubuh Anda tersebut secara berkala dan diimbangi dengan olahraga rutin minimal setengah jam sehari.

Perlu diketahui bahwa penurunan bobot tubuh antara 7-10% dapat mengurangi resiko terkena diabetes melitus. Kemudian, sebaiknya Anda juga lebih aktif dalam kegiatan yang bisa mengeluarkan keringat seperti jogging, berenang atau bersepeda selama sekitar 30 menit. Lakukanlah minimal 5 kali dalam seminggu sebelum berangkat ke kantor. Begitu juga, mulai saat ini Anda mesti mengurangi banyak duduk apalagi bila dibarengi dengan ngemil. Menyantap makanan yang termasuk empat sehat lima sempurna juga bisa membantu menurunkan kadar resiko terkena diabetes keturunan.

Jelaslah sudah bahwa sesungguhnya yang menjadi faktor dominan terkena atau tidaknya diabetes ialah diri Anda sendiri. Proses pengendalian diri untuk tidak melakukan hal-hal yang mendekatkan diri pada penyakit ini ialah hal terpenting supaya Anda terbebas atau paling tidak meminimalkan resiko penyakit diabetes. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati? Maka, mulai sekarang biasakanlah melakukan pola hidup sehat, baik berolahraga, maupun menjaga pola makan.

Pengobatan Luka Pada Penderita Diabetes

Pada  penderita diabetes basah biasanya mempunyai luka. Luka ini agak susah sembuh dan selalu basah. Penyebabnya tentu saja karena kadar gula darah yang tinggi. Pengobatan luka pada penderita diabetes mutlak dilakukan. Hal ini untuk mencegah luka semakin besar dengan infeksi yang semakin parah. Dan tentu saja agar luka bisa sembuh walupun sedikit demi sedikit. Sebagai catatan, pengobatan ini tak hanya tentang cara mengobati tetapi juga dengan cara perawatannya juga. Berikut ini beberapa tips mengobati dan merawat luka pada penderita diabetes :

  1. Cuci dan keringkan kaki atau bagian yang berluka setiap hari. Gunakan sabun yang lembut dan juga air hangat. Jangan gosok bagian yang luka ini karena bisa menyebabkan luka semakin besar. Setelah luka bersih dan kering, oleskan pelembut kulit di kaki bagian bawah untuk mencegah pecah-pecah.
  2. Bagi penderita diabetes Latihlah kaki setiap hari. Sebelum melakukannya, periksa kaki terlebih dahulu secara detil. Baik lukanya, bagian yang terbukanya, bagian yang merah-merahnya bagian jari-jarinya. Pastikan kaki dalam keadaan kering. Jika ada luka basah tutupi luka tersebut dengan perban. Pakailah sepatu.
  3. Rawatlah kuku kaki. Potonglah kuku setelah mandi. Hal ini karena kuku bersifat lunak. Jadi saat dipotong tidak akan sakit. Pastikan untuk memotong secara aman dan tidak sampai memotong jaringan lain selain kuku. Jika takut terjadi sesuatu, minta orang lain, atau bahkan jika perlu datangkan seorang podiatrist (dokter kaki) untuk memotong jari kaki.
  4. Jangan menunda-nunda pengobatan walaupun itu untuk luka yang kecil. Segera melapor kepada dokter bila hal itu terjadi.
  5. Ukur suhu ketiak secara teratur.
  6. Jangan menggunakan pemanas kaki.
  7. Jangan bertumpang kaki.
  8. Berhati-hatilah saat berolahraga. Berjalan adalah contoh olahraga yang baik bagi penderita diabetes. Pastikan memakai sepatu yang nyaman dan tidak berolahraga dengan luka terbuka.
  9. Lindungi kaki dengan kaus kaki. Hindari pemakaian kaus kaki ketat. Pilih dari bahan nyaman seperti katun.
  10. Hindari pemakaian sepatu berhak tinggi.
  11. Jangan memakai sepatu yang terbuka.
  12. Jangan berolahraga dan memakai sepatu lebih dari 1 jam.
  13. Segera ke dokter jika ada kaki yang pecah-pecah, luka baru di kaki, rasa kebas/mati rasa di kaki, terbentuknya kalus, timbul kemerah-merahan, timbul penghitaman di kaki, ada infeksi baru dan berbagai keluhan lainnya.

Itulah beberapa cara pengobatan luka pada penderita diabetes yang meliputi pengobatan dan perawatan.

Herbal Untuk Diabetes

Herbal Untuk Diabetes bisa melegakan anda yang sudah lelah mengkonsumsi obat kimia, dan ingin hidup lebih sehat dengan cara alami. Memang, mengandalkan Herbal Untuk Diabetes saja tidak akan menyelesaikan masalah kesehatan anda yang sudah terisi dengan diagnose diabetes. Meskipun demikian, Herbal Untuk penderita Diabetes bisa menjadi usaha pendamping yang jitu sesudah mengatur pola makan dan berolah raga teratur. Apakah Herbal Untuk Diabetes ini akan menguras kantong anda? Tentu saja tidak. Anda bahkan bisa menghadirkannya langsung dari halaman kecil anda. Semua ini adalah usaha untuk mengontrol dan bersahabat dengan diabetes yang akan menemani anda seumur hidup. Herbal Untuk penyakit Diabetes ini akan bekerja secara efektif menstimulasi pankreas anda menghasilkan insulin dengan jumlah besar demi menurunkan kadar gula darah anda.

Tanaman Pekarangan yang Bisa Menjadi Herbal Untuk Diabetes

Anda senang mengkonsumsi siomay dengan pare? Jika ya, tingkatkanlah kecintaan anda pada pare, karena pare termasuk dalam Herbal Untuk Diabetes yang bisa anda tanam sendiri di pekarangan rumah anda.  Jadi, secara mengejutkan, pare yang tampaknya sederhana ini mampu mendongkrak produksi sel beta dalam pankreas yang ampuh memperbaiki produksi insulin tubuh anda. Mengapa pare bisa termasuk dalam Herbal Untuk Diabetes? Ini semata-mata karena kandungannya yang sangat penting untuk penanganan diabetes. Kali ini anda bisa mengkonsumsinya dalam bentuk jus sebanyak 20 mili liter setiap pagi pada saat perut masih kosong. Akan sangat menyenangkan jika anda bisa memetiknya langsung setiap pagi dari pekarangan anda bukan? Kegiatan berkebun sendiri juga bisa menjadi kegiatan yang menyehatkan pikiran anda.

Bahan Herbal Untuk Diabetes yang Mudah Didapatkan

bahan herbal

Selain pare, anda juga bisa mengkonsumsi Herbal Untuk Diabetes lewat ginseng. Akar ginseng sangat manjur untuk mengobati diabetes lewat kemampuannya meningkatkan sensitivitas dari sel-sel dalam tubuh anda terhadap insulin yang akan mengambil glukosa demi menurunkan gula darah anda. Meskipun sifatnya Herbal Untuk Diabetes, akan lebih baik jika ada dokter yang mendampingi anda mengkonsumsi ginseng. Ini karena sifat ginseng yang bisa berlawanan jika dikonsumsi bersamaan dengan obat kimia seperti heparin, warfarin, sampai aspirin yang biasa dikonsumsi penderita diabetes. Selain ginseng, kayu manis juga termasuk dalam Herbal Untuk Diabetes. Hanya dengan satu sendok teh ekstrak kayu manis saja, tubuh anda akan mampu meremajakan kemampuannya dalam merespon insulin, serta menurunkan konsentrasi glukosa secara signifikan. Herbal Untuk Diabetes yang satu ini benar-benar bisa diandalkan sebagai pendukung usaha anda untuk mengatasi diabetes.